Head

Selasa, 07 Mei 2013

Terkena DB, Mengerjakan UN di Rumah Sakit SG

Hasna Anggika Mahdyani mengerjakan UN di Rumah Sakit SG

Hasna Anggika Mahdiani (12), siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Latsari I ini terpaksa mengerjakan Ujian Nasional (UN) pada hari pertama di Rumah Sakit Semen Gresik, Desa Sumurgung, Kabupaten Tuban, Senin (06/05). Pasalnya, siswa yang tercatat sebagai salah satu siswa di kelas unggulan SDN 1 Latsari ini mengalami sakit Demam Berdarah (DB).
Terlihat dengan serius Anggika mengerjakan soal Bahasa Indonesia, mata pelajaran UN pada hari pertama. Walaupun, tangan kiri Anggika harus diinfus, dan masih menahan sakit yang dia derita, hal ini tidak membuat anak yang masuk kelas unggulan itu putus asa. Anggika dengan santainya mengerjakan soal UN dengan diawasi dua orang guru dan satu orang petugas kepolisian dari Polsek Kota.
Djanu Tri (41) bapak Anggika saat ditemui kotatuban.com di RS SG Desa Bogorejo Kecamatan Merakurak mengungkapkan, Anggika masuk rumah sakit sejak hari Sabtu (04/05). Setelah dibawa ke RS SG Anggita dinyatakan sakit DB oleh dokter, dan disarankan  opname.
”Saya langsung lapor kepihak sekolah, bahwa anak saya harus rawat inap di RS,” ujar pria yang juga menjadi karyawan disalah satu anak perusahaan PT SG ini.
Lebih lanjut Djanu mengatakan, dia berharap anaknya dapat mengerjakan soal-soal UN dengan baik. Selain itu, sakit yang di derita juga tidak mengganggu. Pasalnya, jauh-jauh hari Anggika telah mempersiapkan UN ini mulai belajar sampai dengan les-les.
”Saya yakin bahwa anak saya akan mampu mengerjakan soal UN dengan baik walau kondisi badannya tidak sehat,” tandasnya.
Hasna Anggika M Kls. VI-D SDN Latsari Kec. Tuban di RS SG

Empat siswa SD terpaksa mengerjakan soal Unjian Negara (UN) di Rumah Sakit. Sementara 1 siswa harus mengikuti UN susulan, karena sakit parah dan tidak memungkinkan mengerjakan soal UN, Senin (6/5).
Kepala Bidang Pendidikan TK/SD, Dinas  Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tuban,  Sutarno,  mengatakan,  pelaksanaan ujian nasional tingkat SD sejauh ini tidak ada masalah. Hingga UN hari pertama selesai tidak ada laporan dari sekolah maupun sub rayon terkait kendala yang berarti mupun kesulitan yang dihadapi siswa.
” Alhamdulillah  semua lancar dan tidak ada masalah, mudah-mudahan hingga selesai pelaksanaan tanggal 10 Mei bisa berjalan dengan baik,” kata Sutarno.
Dia mengatakan, pelaksanaan UN SD memang tidak serumit SMP dan SMK sehingga kemungkinan terjadi kesalahan sangat minim. Hanya saja yang tidak bisa di hindari adalah siswa yang berhalangan, karena sakit.
Data hasil laporan yang diterima Dinas Pendidikan dari 18.288 peserta UN didapatkan 4 siswa terpaksa mengerjakan ujian nasional di Rumah Sakit. Selain itu juga da 1 siswa terpaksa mengikuti UN susulan,  karena sakit dan tidak memungkinkan mengerjakan saat ini.
Empat siswa itu masing-masing,  Suciana dari SDN Montong Sekar 1, Ike Nurhayati, dari SDN Betiharjo 3 Semanding,  Anis dari SDN jadi 4, Semanding, dan Hasnah Anggika dari SDN Latsari I Tuban. Sedangkan satu anak lagi bernama Ainurofik dari MI Miftahul Huda, Rawasan, Jenu, terpaksa mengikuti ujian susulan.
Adapun jumlah peserta ujian yang melaksanakan ujian nasional tingkat SD tahun 2013 ini sebanyak 18289 siswa, dengan rincian 14.161 Siswa SD, 4.127 siswa MI dan SD luar Biasa 1 siswa. Jumlah tersebut tersebar di seluruh Tuban dengan jumlah lembaga sebanyak 593 untuk SD dan 188 untuk MI dan 1 lembaga Luar Biasa.
Berbeda dengan ujian nasional jenjang SMP dan SMA yang digelar sebelumnya, dalam ujian sekolah dasar ini tidak diterapkan 20 paket soal yang berbeda untuk setiap siswa, namun hanya satu paket soal. Setiap ruang UN diawasi 2 orang pengawas tanpa ada pengawas dari kepolisian.
” Untuk pengawasan tidak se ketat SMP atau SMA. Mereka masih anak-anak jadi kemungkinan untuk curang juga masih sedikit, apalagi kelulusan tidak di tentukan dari hasil UN. Lulus tidaknya, sekolah yang menentukan,” pungkas Sutarno. 
Sumber : http://kotatuban.com/

Poskan Komentar